Thursday, September 24, 2026

Pelatihan Digital Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan UMKM Di Kelurahan Maesa UNIMA


Digital Marketing Training to Increase MSME Sales in Maesa Subdistrict, UNIMA

 

Bertha Ireni Mundung1, Listriyanti Palangda2

1,2Universitas Negeri Manado

Email: berthamundung@unima.ac.id, Listriyantipalangda@unima.ac.id

 

Abstrak

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era ekonomi digital telah mengubah secara fundamental lanskap bisnis global dan lokal, memaksa para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi agar tetap kompetitif dan berkelanjutan. Di Kelurahan Maesa, yang terletak di sekitar kawasan strategis kampus Universitas Negeri Manado (UNIMA), potensi ekonomi kerakyatan sangat tinggi seiring dengan tingginya mobilitas civitas akademika dan masyarakat sekitar. Meskipun demikian, sebagian besar pelaku UMKM di wilayah ini masih menghadapi berbagai hambatan klasik, terutama ketergantungan pada metode pemasaran konvensional yang memiliki batas jangkauan geografis, minimnya literasi digital, serta ketidakmampuan mengoptimalkan media sosial sebagai instrumen penciptaan nilai tambah bisnis. Penelitian dan program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji dan menerapkan model pelatihan digital marketing komprehensif bagi UMKM di Kelurahan Maesa UNIMA. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi observasi, penyuluhan, pelatihan praktis (hands-on), pendampingan intensif, serta evaluasi dampak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman teoretis maupun keterampilan teknis peserta dalam mengelola media sosial komersial, membangun identitas merek (branding), menyusun konten visual yang persuasif, serta memanfaatkan e-commerce. Dampak langsung dari transformasi ini adalah terjadinya perluasan pangsa pasar melampaui batas wilayah lokal serta lonjakan omzet penjualan bulanan secara bertahap. Dengan demikian, program pelatihan digital marketing terbukti menjadi katalisator krusial dalam mengakselerasi transformasi digital dan meningkatkan kemandirian ekonomi UMKM lokal di Kelurahan Maesa UNIMA.

Kata Kunci: Digital Marketing; Peningkatan Penjualan

Abstract

The development of information and communication technology in the digital economy era has fundamentally transformed the global and local business landscape, compelling Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to adapt in order to remain competitive and sustainable. In Maesa Subdistrict, located around the strategic area of Universitas Negeri Manado (UNIMA), the potential for community-based economic development is substantial due to the high mobility of the academic community and surrounding residents. Nevertheless, most MSME operators in the area continue to face various conventional challenges, particularly their dependence on traditional marketing methods with limited geographical reach, low levels of digital literacy, and limited ability to optimize social media as an instrument for creating business value. This research and community service program aims to examine and implement a comprehensive digital marketing training model for MSMEs in Maesa Subdistrict, UNIMA. The implementation method employed a participatory approach consisting of observation, counseling, hands-on training, intensive mentoring, and impact evaluation. The results of the program demonstrated a significant improvement in participants’ theoretical understanding and technical skills in managing commercial social media, building brand identity, developing persuasive visual content, and utilizing e-commerce platforms. The direct impact of this transformation was an expansion of market share beyond the local area, accompanied by a gradual increase in monthly sales turnover. Thus, the digital marketing training program has proven to be a crucial catalyst for accelerating digital transformation and strengthening the economic independence of local MSMEs in Maesa Subdistrict, UNIMA.

Keywords: Digital Marketing; Increased Sales

 

Article Info

Received date: 15 August    2026                                  Revised date: 20 August   2026                              Accepted date: 25 August 2026

 

 

 

PENDAHULUAN

Era globalisasi dan revolusi industri digital telah menghadirkan pergeseran paradigma ekonomi yang mendalam, di mana batas-batas teritorial fisik bukan lagi menjadi hambatan utama dalam pertukaran barang dan jasa. Teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet dan gawai cerdas (smartphones), telah meresap ke dalam seluruh sendi kehidupan masyarakat modern. Dalam konteks perekonomian nasional, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan yang sangat strategis sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, penyerapan tenaga kerja yang masif, serta penyangga stabilitas ekonomi domestik (Setiyanto et al., 2024). Namun, di balik ketangguhan tersebut, sektor UMKM sering kali dihadapkan pada kerentanan struktural, salah satunya adalah keterbatasan akses terhadap informasi pasar yang luas dan ketertinggalan dalam mengadopsi teknologi digital pemasaran (Endra et al., 2023).

Kelurahan Maesa, yang terletak di wilayah administratif Kota Tomohon/Kabupaten Minahasa di sekitar lingkungan kampus Universitas Negeri Manado (UNIMA), memiliki karakteristik sosio-ekonomi yang unik. Keberadaan kampus UNIMA mendatangkan ribuan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan dari berbagai daerah, yang secara langsung menciptakan ekosistem permintaan pasar yang potensial. Berbagai jenis usaha mikro seperti warung makan, kafe kecil, usaha kerajinan tangan, toko kelontong, dan jasa penunjang mahasiswa tumbuh subur di wilayah ini. Kendati demikian, observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Kelurahan Maesa masih menjalankan roda bisnis mereka dengan pendekatan tradisional atau konvensional. Mereka mengandalkan metode pemasaran dari mulut ke mulut (word-of-mouth), papan nama sederhana, atau menunggu pembeli datang langsung ke toko fisik tanpa memanfaatkan platform digital yang tersedia secara gratis dan masif (Thaha et al., 2021).

Ketergantungan pada model pemasaran konvensional ini menyebabkan ruang gerak dan pertumbuhan omzet pelaku UMKM menjadi sangat terbatas. Jangkauan pasar hanya berputar di sekitar warga lokal atau mahasiswa yang kebetulan melintas. Padahal, perilaku konsumen kontemporer telah mengalami migrasi digital yang masif; masyarakat kini cenderung mencari referensi produk, membandingkan harga, dan melakukan transaksi secara daring melalui media sosial maupun aplikasi pesan instan (Wong, 2020). Ketimpangan antara potensi pasar yang besar di lingkungan kampus UNIMA dengan rendahnya adopsi teknologi pemasaran digital oleh pelaku usaha lokal menjadi masalah mendasar yang mendesak untuk diselesaikan.

 

KAJIAN PUSTAKA

Konsep Dasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan entitas ekonomi kerakyatan yang memiliki kontribusi krusial dalam perekonomian nasional maupun regional. Berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia, UMKM diklasifikasikan berdasarkan kriteria modal usaha dan nilai penjualan tahunan. UMKM dicirikan oleh fleksibilitas yang tinggi, penggunaan tenaga kerja lokal yang padat karya, serta kemampuan adaptasi yang cepat terhadap dinamika pasar lokal. Meskipun demikian, dalam era ekonomi digital, ukuran skala usaha tidak lagi menjadi penghalang bagi UMKM untuk bersaing dengan korporasi besar, asalkan mereka mampu menguasai instrumen teknologi informasi secara optimal (Azmi et al., 2024).

Hakikat Digital Marketing dalam Bisnis Modern

Digital marketing atau pemasaran digital adalah seluruh upaya pemasaran, promosi, dan pembangunan merek (branding) yang menggunakan perangkat elektronik atau internet. Saluran pemasaran ini mencakup media sosial (Instagram, TikTok, Facebook), mesin pencari (search engines), surat elektronik (e-mail), situs web resmi, serta aplikasi pesan instan bisnis (WhatsApp Business) (Awaludin et al., 2024). Menurut Sugiyanti et al. (2022), keunggulan utama digital marketing dibandingkan pemasaran konvensional meliputi:

1.     Efisiensi Biaya (Cost Efficiency): Promosi digital dapat dimulai dengan anggaran yang relatif kecil bahkan tanpa biaya melalui pengelolaan akun organik.

2.     Jangkauan Tanpa Batas (Global Reach): Informasi produk dapat diakses oleh konsumen dari berbagai wilayah tanpa terkendala jarak fisik.

3.     Interaktivitas Tinggi (Engagement): Memungkinkan komunikasi dua arah secara langsung antara produsen dan konsumen melalui kolom komentar atau pesan privat.

4.     Ketepatan Sasaran (Targeting): Kemampuan untuk menyasar demografi konsumen tertentu berdasarkan minat, usia, dan lokasi geografis.

Peran Literasi Digital terhadap Kinerja UMKM

Literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis mengoperasikan gawai, melainkan kapasitas kognitif dan analitis seseorang untuk memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi digital secara efektif dalam pengambilan keputusan bisnis (Devi Maulidasari & Setiyana, 2020). Rendahnya literasi digital sering kali menjadi akar permasalahan lambatnya transformasi bisnis mikro. Oleh karena itu, intervensi berupa pelatihan terstruktur sangat dibutuhkan untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan teknologi di kalangan pelaku usaha tradisional (Fendisty et al., 2021).

Kerangka Teoretis Hubungan Pelatihan Pemasaran Digital dan Kinerja Penjualan

Pelatihan (training) merupakan proses sistematis untuk mengubah perilaku, pengetahuan, dan keterampilan tenaga kerja atau pelaku usaha guna meningkatkan efektivitas kinerja mereka. Ketika pelaku UMKM diberikan pelatihan intensif mengenai teknik fotografi produk, penulisan narasi promosi (copywriting), pengelolaan algoritma media sosial, dan optimalisasi e-commerce, mereka akan mampu mengubah orientasi produk menjadi orientasi pasar digital (Sholahuddin et al., 2024). Peningkatan eksposur digital ini secara langsung akan memperluas funneling penjualan, menarik prospek konsumen baru, dan pada akhirnya mendongkrak volume transaksi serta omzet usaha secara berkelanjutan (Talib & Sari, 2024).

 

METODE PELAKSANAAN

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode partisipatif (Participatory Action Research), di mana pelaku UMKM di Kelurahan Maesa UNIMA dilibatkan secara aktif dari tahap perencanaan hingga evaluasi akhir.

Kerangka Tahapan Program

Program ini dibagi menjadi lima tahapan utama yang dirancang secara sistematis:

[1. Observasi & Identifikasi Masalah]

                                                                             ↓

[2. Penyuluhan & Sosialisasi Konseptual]

                                                                             ↓

[3. Pelatihan Praktis (Hands-on Training)]

                                                                              ↓

[4. Pendampingan Intensif & Mentoring]

                                                                             ↓

[5. Evaluasi & Pengukuran Dampak]

Tahap Observasi dan Identifikasi Masalah: Pada tahap awal, tim pengabdi melakukan peninjauan lapangan (field survey) ke Kelurahan Maesa di sekitar kawasan UNIMA. Kegiatan ini mencakup wawancara mendalam dan penyebaran kuesioner singkat kepada 25 pelaku UMKM terpilih guna memetakan jenis usaha, tingkat pemanfaatan teknologi, hambatan operasional, serta kebutuhan spesifik pelatihan yang diinginkan.

Tahap Penyuluhan dan Sosialisasi: Tahap ini difokuskan untuk membangun kesadaran (awareness) dan mengubah pola pikir (mindset) pelaku UMKM. Tim memberikan pemaparan materi mengenai urgensi transformasi digital di era modern, potensi pasar di lingkungan kampus UNIMA, serta pengenalan dasar-dasar ekosistem digital marketing (Mansir & Purnomo, 2021).

Tahap Pelatihan Praktis (Hands-on Workshop): Sesi pelatihan teknis dilaksanakan secara interaktif di balai kelurahan atau ruang pertemuan setempat. Peserta diwajibkan membawa gawai pintar masing-masing. Materi praktis yang diajarkan meliputi:

1.       Pembuatan dan optimalisasi akun bisnis profesional di Instagram dan TikTok.

  1. Teknik dasar fotografi produk menggunakan kamera ponsel dengan pencahayaan sederhana.
  2. Penyusunan teks promosi (copywriting) yang menarik, persuasif, dan dilengkapi dengan tagar (hashtag) strategis.
  3. Pemanfaatan fitur WhatsApp Business (katalog produk, pesan otomatis, dan label pelanggan).

Tahap Pendampingan Intensif (Mentoring) : Pelatihan tidak berhenti pada sesi klasikal semata. Tim memberikan pendampingan lanjutan selama empat minggu secara berkala. Peserta dibimbing secara langsung dalam mengunggah konten promosi pertama mereka, mengevaluasi respons konsumen, serta mengatasi kendala teknis yang dihadapi di lapangan (Sholeh & Basuki, 2021).

Tahap Evaluasi: Evaluasi dilakukan melalui perbandingan tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan (melalui pre-test dan post-test), pengamatan keaktifan akun media sosial usaha, serta pencatatan mandiri perubahan omzet penjualan bulanan oleh para peserta (Pradipta et al., 2023).

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Profil Partisipan dan Kondisi Eksisting UMKM di Kelurahan Maesa UNIMA

Berdasarkan hasil observasi dan asesmen awal terhadap 25 pelaku UMKM di Kelurahan Maesa UNIMA, diperoleh gambaran bahwa mayoritas usaha yang digeluti bergerak di bidang kuliner (makanan/minuman ringan sebesar 56%), disusul oleh perdagangan eceran/toko kelontong (24%), kerajinan tangan/suvenir (12%), dan jasa penunjang mahasiswa seperti laundry atau fotokopi (8%).

Sebelum pelaksanaan program, profil digital UMKM di wilayah ini menunjukkan angka yang memprihatinkan:

a.       Sebanyak 72% pelaku usaha menggunakan akun media sosial pribadi untuk mencampur urusan pribadi dan promosi jualan, sehingga terlihat kurang profesional.

  1. Hanya 16% pelaku usaha yang memiliki akun khusus bisnis di platform digital.
  2. Belum ada pelaku usaha yang memanfaatkan fitur analitik media sosial untuk membaca perilaku konsumen.

Hal ini sejalan dengan temuan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa kendala utama UMKM dalam mengadopsi teknologi digital bukan pada ketersediaan perangkat gawai, melainkan pada kurangnya pengetahuan praktis mengenai strategi pengelolaan konten dan pemasaran digital yang benar (Endra et al., 2023).

Pelaksanaan Pelatihan dan Peningkatan Literasi Digital

Program pelatihan digital marketing yang dilaksanakan secara partisipatif berhasil meningkatkan literasi digital para peserta secara signifikan. Melalui metode hands-on workshop, peserta diajak langsung mempraktikkan cara membuat katalog digital di WhatsApp Business, menyusun tata letak foto produk agar terlihat estetik, serta merumuskan kalimat penawaran yang memancing minat beli mahasiswa UNIMA.

Peningkatan pemahaman ini terukur dari hasil evaluasi pre-test dan post-test yang menunjukkan lonjakan skor rata-rata pemahaman peserta dari 42 poin (kategori rendah) menjadi 88 poin (kategori sangat baik). Para peserta yang sebelumnya merasa canggung menggunakan teknologi kini mampu mengoperasikan fitur-fitur pemasaran digital secara mandiri. Hal ini membuktikan efektivitas pendekatan pelatihan kolaboratif yang disesuaikan dengan kapasitas lokal (Awaludin et al., 2024).

 

 

Perluasan Pangsa Pasar dan Efisiensi Pemasaran

Sebelum tersentuh pelatihan digital, area pemasaran UMKM di Kelurahan Maesa sangat terbatas secara geografis, yakni hanya bergantung pada pembeli yang datang langsung ke lokasi fisik usaha atau mengandalkan pesanan manual dari mulut ke mulut.

Melalui optimalisasi media sosial seperti Instagram Reels dan TikTok, pelaku usaha kuliner dan kerajinan kini mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke luar wilayah Kelurahan Maesa, bahkan menjangkau seluruh kawasan Kota Tomohon dan Manado melalui sistem pengiriman kurir lokal. Penggunaan tagar yang relevan dengan komunitas kampus UNIMA terbukti efektif menarik perhatian mahasiswa yang gemar mencari rekomendasi kuliner dan produk unik secara daring (Thaha et al., 2021). Efisiensi promosi juga meningkat drastis karena biaya yang dikeluarkan untuk iklan digital jauh lebih murah dibandingkan dengan mencetak brosur atau spanduk konvensional.

Peningkatan Volume Penjualan dan Dampak Ekonomi

Indikator keberhasilan yang paling krusial dari program ini adalah peningkatan volume penjualan dan omzet bulanan pelaku UMKM. Berdasarkan pencatatan mandiri yang divalidasi oleh tim pengabdi selama masa pendampingan satu bulan setelah pelatihan:

  • Sebanyak 80% peserta mengalami peningkatan jumlah pesanan harian.
  • Ronjakan omzet bulanan peserta tercatat mengalami pertumbuhan rata-rata berkisar antara 25% hingga 50%.
  • Pelaku usaha kuliner mencatatkan lonjakan transaksi yang paling signifikan, terutama pada jam-jam istirahat kuliah berkat pemesanan cepat melalui WhatsApp Business dan promosi visual yang menarik di media sosial.

Dampak ekonomi ini menunjukkan bahwa intervensi pelatihan digital marketing tidak hanya berhenti pada tataran teoretis, melainkan memberikan solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat di Kelurahan Maesa UNIMA (Talib & Sari, 2024).

Tantangan dan Keberlanjutan Program

Meskipun menunjukkan hasil yang positif, pelaksanaan program ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang perlu diatasi ke depannya, antara lain:

  1. Konsistensi Pembuatan Konten: Sebagian pelaku usaha kerap mengalami kejenuhan atau kekurangan waktu untuk terus membuat konten visual secara rutin di tengah kesibukan produksi harian.
  2. Keterbatasan Infrastruktur Jaringan: Stabilitas koneksi internet di beberapa titik tertentu di Kelurahan Maesa masih fluktuatif, yang sesekali menghambat proses unggah video promosi berukuran besar.

Untuk menjaga keberlanjutan (sustainability) program, direkomendasikan adanya pembentukan komunitas pendampingan sebaya (peer support group) di tingkat kelurahan serta kerja sama berkelanjutan dengan lembaga pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Manado (UNIMA) secara berkala (Universitas Negeri Manado, 2026).

 

SIMPULAN

1.    Kondisi awal UMKM di Kelurahan Maesa didominasi oleh sistem pemasaran konvensional dengan tingkat literasi digital yang masih rendah.

2.    Model pelatihan partisipatif yang menggabungkan penyuluhan konseptual, praktik langsung (hands-on), dan pendampingan intensif terbukti sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam mengelola media sosial dan e-commerce.

3.    Penerapan digital marketing berdampak langsung pada perluasan pangsa pasar melampaui batas lokal serta mencatatkan peningkatan omzet penjualan bulanan UMKM secara signifikan.

4.    Program pengabdian ini merekomendasikan perlunya kolaborasi sinergis yang berkesinambungan antara akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha guna memperkokoh ekosistem digital UMKM demi mewujudkan kemandirian ekonomi kerakyatan yang tangguh di era modern.

 

REFERENSI

Awaludin, D. T., Kushariyadi, Mardiah, A., Nilowardono, S., & Sattar. (2024). Pelatihan Digital Marketing bagi UMKM untuk Meningkatkan Penjualan di Era Ekonomi Digital. JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(3), 73–78.

Azmi, N., Yuliana, L., & Perkasa, D. H. (2024). Perizinan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bentuk pemberdayaan, perlindungan hukum dan mewujudkan negara kesejahteraan. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 6(1), 282–292.

Devi Maulidasari, C., & Setiyana, R. (2020). Sosialisasi Digital Marketing pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Darma Bakti Teuku Umar, 2(1), 15–25.

Endra, R. Y., Barusman, M. T., Dunan, H., Purisky Redaputri, A., Syahputra, M. B., & Nuur Rasyid, S. (2023). Pelatihan Dasar Digital Marketing untuk Peningkatan Penjualan Produk UMKM di Desa Ganjar Asri Metro. Jurnal Pengabdian Masyarakat Tapis Berseri (JPMTB), 2(2), 141–147.

Fendisty, A. L., dkk. (2021). Pelatihan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Keterampilan Pelaku UMKM di Desa Srumbung Magelang. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 6(4), 434–440.

Mansir, F., & Purnomo, H. (2021). Pemberdayaan Masyarakat melalui Digital Marketing dan Media Sosial sebagai Media Promosi Era Pandemi Covid-19 di UMKM Panggungharjo Sewon. Abdimas Singkerru, 1(1), 39–50.

Nuraeni, E., Sunaryo, A., Dian Hastuti, P. M., & Sholeh, R. (2025). Pelatihan Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan UMKM di Desa Mojorejo. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (JP2M), 4(2), 80–88.

Pradipta, D. D., dkk. (2023). Pelatihan Digital Marketing UMKM: Peningkatan Pemasaran Masa Pemulihan. Jurnal Pengabdian Aceh, 3(2), 189–196.

Raharja, S. J., & Natari, S. U. (2021). Pengembangan Usaha UMKM di Masa Pandemi melalui Optimalisasi Penggunaan dan Pengelolaan Media Digital. Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 108–123.

Seran, R. B., Sundari, E., & Fadhila, M. (2023). Strategi Pemasaran yang Unik: Mengoptimalkan Kreativitas dalam Menarik Perhatian Konsumen. Jurnal Mirai Management, 8(1), 206–211.

Setiyanto, S., Fadhil, T. M., & Rahman, S. M. (2024). Pelatihan Digital Marketing Guna Meningkatkan Daya Saing UMKM Pedesaan. Jurnal Abdimas Ekonomi, 5(1), 45–52.

Sholeh, M., & Basuki, U. J. (2021). Pendampingan Penggunaan Facebook Marketplace sebagai Media Promosi dan Transaksi Penjualan bagi Pelaku UKM. MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 36–42.

Sholahuddin, M., Wiyadi, Abas, N. I., Rahmawati, S. D., & Rahmawati, R. Y. (2024). Pelatihan Digital Marketing dan Pameran UMKM sebagai Sarana Pengembangan Strategi Pemasaran: Studi Kasus UMKM Desa Tanjungsiang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(1), 259–266.

Sugiyanti, L., Zenia Rabbil, M., Citra Oktavia, K., & Silvia, M. (2022). Strategi Pemasaran Digital Untuk Meningkatkan Penjualan UMKM. Jurnal Inovasi Pengabdian, 1(2), 100–110.

Sunyoto, D. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Buku Seru.

Syifa, Y. I., dkk. (2021). Pelatihan UMKM melalui Digital Marketing untuk Membantu Pemasaran Produk Pada Masa Pandemi. ABDIPRAJA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 6–13.

Talib, N. R. A., & Sari, M. N. (2024). Optimalisasi E-Commerce dalam Peningkatan Pendapatan Pelaku Usaha Lokal. Jurnal Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(2), 110–119.

Thaha, S., Hatidja, S., & Hasniati, H. (2021). Pelatihan Digital Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan UMKM di Kecamatan Palangga. Jurnal Publikasi Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 112–120.

Universitas Negeri Manado. (2026). Webinar: Meningkatkan Daya Saing Bisnis Melalui Identitas Digital dan Strategi Pemasaran Online. Diakses melalui laman resmi unima.ac.id.

Wong, J. (2020). Internet Marketing for Beginners: Panduan Praktis Bisnis Online. Jakarta: Elex Media Komputindo.

 

Monday, September 21, 2026

Sistem Informasi Pengelolaan Bank Sampah Yayasan Sampah Amal Nusantara Menggunakan Metode Rapid Application Development


Information System for Managing the Sampah Amal Nusantara Foundation’s Waste Bank Using the Rapid Application Development Method

 Sistem Informasi Pengelolaan Bank Sampah Yayasan Sampah Amal Nusantara Menggunakan Metode Rapid Application Development | Darussalam | Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Ardiansyah Darussalam1, Gusmelia Testiana2, Muhammad Leandry Dalafranka3

1,2,3Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Email: 1Ardiansyahdarussalam07@gmail.com,  2Gusmeliatestiana_UIN@radenfatah.ac.id, 3Leandry_UIN@radenfatah.ac.id  

   

ABSTRAK

Yayasan Sampah Amal Nusantara (SPAN) menghadapi kendala dalam pengelolaan bank sampah akibat belum adanya sistem informasi terintegrasi untuk data lokasi penjemputan, jenis sampah, dan pencatatan transaksi saldo. Kondisi ini menyebabkan proses pengelolaan menjadi kurang optimal dan memperlambat layanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan membangun Sistem Informasi Pengelolaan Bank Sampah menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) agar sistem dapat dikembangkan dengan cepat dan sesuai kebutuhan pengguna. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, sedangkan pengembangan sistem menerapkan tiga fase RAD, yaitu requirement planning, RAD design workshop, dan implementasi. Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework Laravel dan basis data MySQL, serta diuji menggunakan metode Black Box Testing. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fungsi utama sistem, meliputi manajemen data nasabah, pengelolaan transaksi, dan pelaporan, berjalan sesuai kebutuhan. Sistem yang dikembangkan menyediakan akses data pengelolaan sampah dan transaksi secara lebih terstruktur, sehingga meningkatkan akurasi, transparansi, dan efektivitas operasional SPAN sekaligus mendukung upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kata Kunci: Sistem Informasi, Rapid Application Development, Bank Sampah

ABSTRACT

Yayasan Sampah Amal Nusantara (SPAN) faces challenges in managing its waste bank due to the absence of an integrated information system for handling data related to waste pickup locations, waste types, and transaction balance records. This study aims to develop a Waste Bank Management Information System using the Rapid Application Development (RAD) method to enable fast and user-centered system development. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature study, while system development followed three RAD phases: requirement planning, RAD design workshop, and implementation. The system was built using PHP with the Laravel framework and a MySQL database, and evaluated using Black Box Testing. The results show that all core functions, including customer data management, transaction processing, and reporting, operate as intended. The developed system provides more structured access to waste management and transaction data, improving the accuracy, transparency, and operational effectiveness of SPAN while supporting sustainable waste management efforts.

Keywords: Information Systems, Rapid Application Development, Waste Bank

 

Article Info

Received date: 20 August 2026                                Revised date: 28 August 2026                             Accepted date: 17 September 2026

 

PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi informasi saat ini memberikan kemudahan bagi berbagai lembaga dan institusi dalam menjalankan operasionalnya. Peran teknologi informasi dan sistem informasi yang handal tidak lagi diragukan dalam menunjang kemampuan suatu unit usaha maupun organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Salah satu bidang yang dapat memanfaatkan sistem informasi berbasis komputer adalah pengelolaan bank sampah.

Bank sampah merupakan lembaga ekonomi yang menggunakan sampah sebagai alat transaksi, dengan fokus utama pada pengelolaan sampah sebagai solusi alternatif dalam mengurangi limbah sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sampah. Di dalam bank sampah, sampah yang diterima disortir berdasarkan jenisnya, dicatat administrasinya, dan dikonversi menjadi saldo tabungan bagi nasabah.

Yayasan Sampah Amal Nusantara (SPAN) adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan agama yang berfokus pada pengelolaan sampah organik dan anorganik agar bernilai ekonomis, dengan cakupan mitra hingga 18 kecamatan dan 107 kelurahan di Kota Palembang. Dalam praktiknya, proses pengelolaan data di SPAN masih dilakukan secara manual, sehingga menimbulkan berbagai kendala, di antaranya kesulitan mencatat lokasi penjemputan sampah, jenis sampah yang tidak tercatat dengan baik, ketidakakuratan pembukuan transaksi saldo, risiko kehilangan atau kerusakan data, serta kesulitan dalam memantau kinerja driver dan biaya operasional. Kondisi ini menyulitkan SPAN dalam mengambil keputusan secara efektif dan mengevaluasi efektivitas program yang telah dijalankan.

Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan membangun Sistem Informasi Pengelolaan Bank Sampah pada Yayasan Sampah Amal Nusantara menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Metode RAD dipilih karena menekankan kecepatan dan fleksibilitas pengembangan melalui pendekatan iteratif dan prototipe, sehingga sesuai dengan kebutuhan pengembangan sistem yang cepat dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Sistem yang dihasilkan diharapkan dapat mempermudah pengelolaan data nasabah, pencatatan transaksi, dan penyusunan laporan secara lebih efektif, efisien, terstruktur, dan transparan.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D), karena bertujuan menghasilkan produk berupa sistem informasi sekaligus menguji keefektifannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2024 hingga Agustus 2025, bertempat di Komar Forest Gandus Palembang, salah satu cabang SPAN.

Pengumpulan data dilakukan melalui empat teknik, yaitu: (1) observasi terhadap alur proses bank sampah SPAN; (2) wawancara langsung dengan ketua yayasan mengenai permasalahan yang dihadapi; (3) dokumentasi berupa data harga sampah dan SOP; serta (4) studi pustaka terhadap jurnal, buku, dan dokumen terkait metode RAD dan sistem informasi bank sampah.

Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework Laravel 7 dan Bootstrap, basis data MySQL (XAMPP), serta pemodelan menggunakan UML dan Data Modeler. Pengembangan sistem mengikuti tiga fase metode RAD:

a.     Requirement Planning (Perencanaan Syarat-Syarat): peneliti mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan secara langsung bersama pengelola bank sampah SPAN. Pada tahap ini disepakati fitur utama sistem, yaitu manajemen driver, tabungan sampah, saldo sampah, jenis sampah organik dan anorganik, data nasabah, dan pengambilan sampah.

b.    RAD Design Workshop: peneliti merancang gambaran desain sistem (use case diagram, activity diagram, dan class diagram) yang dipresentasikan dan diperbaiki secara iteratif hingga disetujui oleh pihak yayasan.

c.     Implementasi: hasil desain diimplementasikan ke dalam pemrograman berbasis framework Laravel, kemudian dilakukan pengujian sistem menggunakan metode Black Box Testing, yaitu pengujian yang berfokus pada fungsionalitas sistem dari sisi pengguna tanpa memeriksa struktur kode secara internal.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Perancangan Sistem

Sistem Informasi Pengelolaan Bank Sampah SPAN berhasil dirancang dan dibangun menggunakan metode RAD dengan fitur utama sebagai berikut:

1.    Manajemen Data Nasabah: memfasilitasi pendaftaran, pengelolaan profil, dan pelacakan riwayat transaksi nasabah.

2.    Pengelolaan Data Transaksi: merekam setoran sampah, konversi saldo tabungan, dan penarikan saldo dengan perhitungan yang akurat.

3.    Pelaporan: otomatisasi pembuatan laporan keuangan dan statistik volume sampah dalam format yang mudah dipahami.

4.    Antarmuka Pengguna: sistem berbasis web dengan desain sederhana, responsif, dan mudah digunakan oleh operator yayasan.

Alur Proses Bisnis

Alur layanan bank sampah dimulai ketika warga mendaftar sebagai nasabah, kemudian menyetorkan sampah anorganik yang telah dipilah ke lokasi bank sampah. Petugas menimbang sampah yang disetorkan, mencatat hasil penimbangan ke dalam sistem, dan menghitung nilai ekonominya untuk ditambahkan ke saldo tabungan nasabah. Nasabah dapat mengajukan penarikan saldo yang kemudian diverifikasi oleh admin sebelum dana diserahkan. Seluruh proses ini tercatat secara terkomputerisasi sehingga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan.

Perancangan Sistem

Sistem memiliki empat aktor utama dengan hak akses berbeda, yaitu Admin (mengelola seluruh data nasabah, driver, transaksi, dan akun), Staff (membantu operasional transaksi dan pengambilan sampah), Users/Nasabah (mengajukan transaksi, memantau saldo dan status pengambilan sampah), serta Driver (melakukan pengambilan sampah dan melihat data tugasnya). Perancangan sistem dituangkan ke dalam use case diagram, activity diagram (registrasi, login, pengelolaan sampah, pengelolaan nasabah dan driver, pengajuan pengambilan sampah, serta penarikan saldo), dan class diagram sebagai dasar pengembangan basis data dan antarmuka sistem. Gambaran interaksi antar aktor dengan fungsi-fungsi sistem ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Use Case Diagram Sistem

Rancangan Proses dan Antarmuka Login

Proses login dirancang agar dapat diakses oleh empat jenis pengguna, yaitu admin, staff, driver, dan user/nasabah, melalui satu halaman login yang sama. Pengguna memasukkan kredensial (username/email dan password), yang kemudian diverifikasi sistem terhadap data pada basis data. Apabila kredensial sesuai, sistem menampilkan notifikasi berhasil dan mengarahkan pengguna ke halaman menu utama sesuai hak aksesnya; apabila tidak sesuai, sistem menampilkan notifikasi gagal dan meminta pengguna memasukkan ulang data. Alur proses ini digambarkan pada activity diagram login (Gambar 2), sedangkan rancangan antarmukanya digambarkan pada Gambar 3.

Gambar 2. Activity Diagram Login

Gambar 3. Rancangan Antarmuka Halaman Login

Implementasi Sistem

Hasil rancangan diimplementasikan ke dalam sistem berbasis web menggunakan framework Laravel. Sebagai gambaran hasil implementasi, Gambar 4 menunjukkan tampilan dashboard admin yang telah berjalan, yang menyajikan ringkasan data transaksi sampah, jumlah nasabah dan driver, serta grafik statistik pengelolaan sampah secara harian dan bulanan.

Gambar 4. Implementasi Halaman Dashboard Admin

Hasil Pengujian Black Box

Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing terhadap seluruh fungsi utama sistem secara komprehensif untuk menilai kesesuaian sistem dengan kebutuhan pengguna. Hasil pengujian disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Hasil Pengujian Black Box

Fungsi yang Diuji

Cara Pengujian

Hasil

Form Login Super Admin

Mengisi email dan kata sandi

Berhasil

Form Login User Admin

Mengisi email dan kata sandi

Berhasil

Form Login User

Mengisi email dan kata sandi

Berhasil

Input data sampah

Mengisi data sampah

Berhasil

Input data pengajuan sampah

Mengisi data pengajuan

Berhasil

Edit data pengajuan sampah

Mengedit data sampah

Berhasil

Merespon pengajuan sampah

Memvalidasi proses pengajuan sampah

Berhasil

Hapus dan edit data pengajuan sampah

Melakukan proses edit data dan hapus

Berhasil

Lihat data sampah dan download laporan

Mendownload data sampah

Berhasil

Transaksi saldo

Melihat dan menarik saldo

Berhasil

 

Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 1, seluruh fungsi yang diuji—mulai dari autentikasi pengguna, pengelolaan data sampah dan pengajuan, hingga transaksi saldo dan pelaporan—berjalan dengan status “Berhasil”. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan telah memenuhi kebutuhan fungsional yang dirumuskan pada tahap requirement planning.

Pembahasan

Penerapan metode RAD dalam penelitian ini terbukti mempercepat proses pengembangan sistem melalui pendekatan iteratif dan keterlibatan langsung pengelola SPAN dalam setiap tahap perancangan. Dibandingkan dengan sistem pembukuan manual sebelumnya, sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan akurasi pencatatan data, mempercepat proses pengolahan transaksi, serta menyediakan akses informasi secara real-time bagi admin, staf, driver, maupun nasabah. Sistem ini juga mendukung transparansi pengelolaan saldo dan pelaporan keuangan, sehingga membantu SPAN dalam mengevaluasi efektivitas program pengelolaan sampah yang telah dijalankan.

 

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Pengelolaan Bank Sampah Yayasan Sampah Amal Nusantara berhasil dibangun menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Sistem ini membantu pengelolaan data nasabah, data sampah, transaksi setoran dan penarikan saldo, serta pembuatan laporan secara terkomputerisasi, sehingga meminimalisir kesalahan pencatatan dan mempercepat proses pengolahan data. Hasil pengujian Black Box menunjukkan seluruh fungsi utama sistem berjalan sesuai kebutuhan. Dengan adanya sistem ini, proses operasional SPAN diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan fitur keamanan data (enkripsi dan pencadangan rutin), integrasi platform edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat, serta pelatihan pengguna guna mendukung transisi dari sistem manual ke sistem digital secara menyeluruh.

 

REFERENSI

Afiifah, K., Azzahra, Z. F., & Anggoro, A. D. (2022). Analisis teknik entity-relationship diagram dalam perancangan database: Sebuah literature review. Intech, 3(2), 18–22. https://doi.org/10.54895/intech.v3i2.1682

Fachri, B., Rizal, C., Supiyandi, Hariyanto, E., & Wijaya, R. F. (2023). Penerapan metode RAD pada sistem informasi pengelolaan bank sampah. Escaf, 1079–1086.

Kendall, K. E., & Kendall, J. E. (2011). Systems analysis & design. [Penerbit tidak dicantumkan].

Muhammad Wahyu Oktiyawan, Fenando, & Dalafranka, M. L. (2023). Sistem informasi bank sampah menggunakan metode RAD dan framework Laravel. Jurnal Fasilkom, 13(2), 251–258. https://doi.org/10.37859/jf.v13i02.4982

Muhardono, A., Susilo, D., Sahara Fitri, N. R., & Khasanah, M. (2023). Sistem informasi bank sampah berbasis web untuk manajemen pengelolaan sampah di Desa Sumurjomblangbogo Kabupaten Pekalongan. G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, 7(4), 1540–1549. https://doi.org/10.33379/gtech.v7i4.3248

Rosa, A. S., & Shalahuddin, M. (2018). Rekayasa perangkat lunak. Informatika Bandung.

Shentika, P. A. (2016). Pengelolaan bank sampah di Kota Probolinggo. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan, 8(1), 92–100. https://doi.org/10.17977/um002v8i12016p092

Subianto. (2020). Penerapan metode rapid application development dalam perancangan sistem informasi pendataan. Jurnal Infokam, 16(1), 46–55.